Minggu, 24 September 2017

Penyakit kelamin saat sunat

Penyakit kelamin - Beberapa penelitian medis menunjukkan bahwa orang dengan penyakit kelamin lebih banyak daripada mereka yang tidak disunat. Demikian pula, penderita AIDS, kanker genital dan bahkan kanker rahim juga menjadi korban pasangan yang tidak disunat. Ini juga salah satu alasan mengapa non-Muslim di Eropa dan Amerika Serikat telah disunat. Mengutip Al-Arbaun Al-Ilmiyah dari Abdul Hamid Mahmud Thahmaz, jurnal medis Inggris terkenal, BMG, pernah menerbitkan sebuah makalah tentang kanker genital dan penyebabnya pada tahun 1986.


Pada artikel ini, Abdul Hamid menulis bahwa kanker kelamin sangat kecil baik di negara Yahudi maupun Muslim karena mereka telah disunat sejak usia anak-anak. Dan statistik medis juga menunjukkan bahwa kanker kelamin yang terjadi pada orang Yahudi tidak terjadi, kecuali hanya sembilan pasien dalam setahun. Sunat adalah penyempurnaan thaharah (kesucian) dalam ibadah. Oleh karena itu, sunat dilakukan saat bayi berumur tujuh hari, karena Nabi telah melakukan aqiqah dan khitan untuk cucunya Hasan dan Hussein pada hari ketujuh, seperti yang diriwayatkan oleh imam Baihaqi. Pendapat lain mengatakan bahwa sunat dilakukan saat berusia antara tujuh dan sepuluh tahun karena pada saat itu seorang anak mulai menerima perintah untuk melakukan sholat.
Khitanan

Secara psikologis, sunat harus dilakukan saat anak sudah mengerti positif dan negatif sehingga trauma psikis lebih minimal. Sementara majalah Al-Ma'had Al-Wathaniy, Li Al-Sarthan, pernah meremehkan hasil penelitian yang mengkonfirmasikan bahwa kanker genital dapat bergerak selama hubungan seksual. Menurut hasil penelitian ini, berhubungan seks dengan banyak pasangan bebas juga akan menyebabkan timbulnya kanker kelamin.

Selain kesehatan yang baik, diyakini bahwa sunat juga meningkatkan kualitas nafsu. Secara medis telah ditunjukkan bahwa kepala penis sensitif terhadap rangsangan karena mengandung banyak saraf erotis, sehingga kepala penis yang tidak disunat lebih sensitif daripada disunat. Dan sunat membantu mencegah ejakulasi dini. Secara medis, sunat untuk wanita belum menemukan manfaatnya. Namun, seperti yang Nabi Saw katakan dalam hadits yang diriwayatkan oleh Abu Dawud dari Ummu Atiah, bahwa wanita yang disunat akan lebih dicintai oleh suami mereka dan memiliki posisi mulia daripada wanita lain yang tidak disunat). Ajaran Islam menganjurkan agar semua anak disunat pada usia dini (sampai usia mumayiz).

Hal ini didasarkan pada tindakan Rasulullah SAW bahwa dia menyunat kedua cucunya saat masing-masing baru berumur tujuh hari. Alasannya, karena pada usia ini anak-anak secara fisik siap untuk melakukan tugas keagamaan nantinya, setelah mencapai usia dewasa. Sementara sudut mental anak, saat anak disunat, mulai diperkenalkan dengan aturan agama agar bisa sadar bahwa dia adalah mahluk Allah SWT yang harus tunduk padanya dan berkorban sesuai perintah-Nya.

0 komentar:

Posting Komentar